Home

Selasa, 29 November 2016

Ketindihan (Sleep Paralysis)

Picture from google.com



Beberapa orang pernah mengalami sleep paralysis atau dalam bahasa awam sering disebut "ketindihan". Wikipedia menyebutkan bahwa Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur merujuk pada keadaan ketidakmampuan bergerak ketika sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram.

Mitos yang beredar pada masyarakat jawa terutama, menyebutkan bahwa ketindihan merupakan saat dimana tidur anda diganggu oleh makhluk gaib berupa jin atau setan yang menaiki tubuh anda sehingga nafas anda terasa sesak dan anda tidak mampu berbicara. Tak jarang orang yang mengalami kelindihan seolah melihat makhluk gaib tersebut dengan bentuk yang menyeramkan. Namun apakah sebenarnya yang terjadi pada saat anda kelindihan?


Terjadinya kelumpuhan tidur belum diidentifikasi secara konkret, namun ada beberapa teori mengenai apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kelumpuhan tidur. Goldstein, K. (2011) dalam "Parasomnias" memiliki pemahaman bahwa kelumpuhan tidur adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh tidak sejalannya fase REM dan bangun tidur, dengan kata lain, otak masih dalam kondisi tidur tetapi tubuh ingin bangun, sehingga tubuh tidak bisa digerakkan. Pada studi polisomnografi ditemukan bahwa seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur memiliki masa tidur REM yang lebih pendek dari biasanya. Studi ini juga menyatakan bahwa pola tidur yang tidak teratur juga dapat memicu terjadinya kelumpuhan tidur, karena terganggunya fase REM biasanya terjadi saat pola tidur seseorang itu terganggu.


Secara normal, seseorang yang tidur akan melewati beberapa fase. Istilah awam dapat dikatakan tidur ringan hingga tidur dalam. Namun dalam ilmu fisiologi, tidur dibagi berdasarkan gelombang otak yang dihasilkan saat tertidur, sehingga terdapat 2 fase. Masing masing fase memiliki beberapa tahapan. Fase pertama yaitu fase nREM yang memiliki 3 tahapan yaitu tahap tidur paling ringan (keadaan setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam dan tahap tidur paling dalam. Fase selanjutnya yaitu fase REM. Pada fase REM inilah mimpi dapat terjadi. Siklus tersebut berulang sekitar 3 hingga 4 kali saat tidur malam.


Terdapat suatu teori yang menjelaskan terjadinya sleep paralysis ini. Disebutkan bahwa fase REM dan keadaan bangun tidur seharusnya memiliki regulasi yang berkesinambungan, namun apabila fase REM ini tidak sejalan dengan keadaan untuk segera bangun tidur, maka akan terjadi kelumpuhan tidur ini. Terganggunya fase REM ini bisa karena beberapa hal, misalnya kelelahan. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak dapat mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Dari keadaan sadar kemudian masuk ke tahap tidur paling ringan berjalan normal, namun kemudian tahapan langsung melompat ke fase REM tanpa melewati 2 fase nREM sebelumnya. Oleh sebab itu, ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM, tubuhnya belum terbangun dari tidurnya, di sinilah kelumpuhan tidur terjadi. Individu merasa sangat sadar, tetapi tubuhnya tak bisa bergerak. Ditambah lagi dengan adanya halusinasi munculnya sosok lain yang sebenarnya merupakan karakteristik dari mimpi yang mungkin sedang dialaminya. Namun terdapat proses yang belum dapat dipahami dari teori ini karena belum ada penjelasan secara fisiologis mengenai terjadinya kelumpuhan sementara saat orang tersebut bangun.




Pendapat lain menyebutkan bahwa sleep paralysis sebenarnya adalah keadaan disaat kita merasa terbangun dari tidur namun sebenarnya kita masih tidur, sehingga kita hanya bangun dalam mimpi. Hal ini menjadi masuk akal karena disaat mimpi terjadi di fase REM,  kondisi tonus otot sedang istirahat dalam fase ini sehingga tubuh tak dapat bergerak sehingga seolah-olah tubuh lumpuh. Sensasi tak dapat berbicara dan kesulitan bernafas terjadi karena lidah melipat ke belakang saat tidur, sehingga jalan nafas dan bicara terhambat. Sementara adanya halusinasi mengenai sosok yang menyeramkan merupakan bagian dari mimpi yang dipengaruhi oleh emosi, sosial budaya dan pengalaman hidup. Itulah sebabnya halusinasi tersebut tampak sangat nyata dan dapat sesuai dengan mitos atau mitologi setempat. Teori kedua ini tampak lebih masuk akal dan dapat diterima.



Kesimpulanya, peristiwa ketindihan atau kelumpuhan tidur atau sleep paralysis merupakan suatu gangguan tidur yang disebabkan oleh terganggunya fase tidur. Hal ini tidak berhubungan dengan peristiwa gaib ataupun mitos menyeramkan lainya. Jadi ketika anda mengalami peristiwa ini yang harus anda lakukan adalah cari anggota tubuh yang bisa digerakkan (jari kaki, jari tangan, atau lidah) dan gerakkan terus menerus untuk memaksa tubuh agar sepenuhnya bangun dari tidur. Cara lain yaitu cobalah untuk bernapas panjang dan dalam agar bisa lepas dari sleep paralysis. Tetap tenang dan bayangkan diri Anda bisa bergerak bebas. Beberapa orang bahkan dengan sengaja memancing sleep paralysis agar bisa merasakan sensasi bergerak bebas dalam mimpi. Kini anda tidak perlu takut lagi untuk kembali tidur setelah mengalami sleep paralysis.


Minggu, 30 Oktober 2016

Dunia Dimensi Satu

Picture from youtube.com

Dunia dimensi satu merupakan dunia dimana kesadaran sebagai sebuah titik. Dilansir dari situs Atlantis Indonesia, dimensi kesadaran manusia memiliki tingkat 1-12. Yang memiliki tingkat kesadaran dalam dimensi satu meliputi mineral, air, kode genetik manusia dan sebangsanya.



Sebagai manusia yang beragama, kita telah mempercayai adanya sang pencipta alam semesta. Dia-lah yang menciptakan, mengatur, menjaga dan menentukan masa untuk segalanya.  Namun ada saat dimana manusia ingin tau lebih banyak tentang yang ada di alam semesta. Bukan untuk menentang teori ketuhanan atau meragukan ke-Esa an Tuhan, tapi hanya untuk lebih mengetahui betapa Maha Besar nya Sang Pencipta Alam Semesta dan Seisinya. 



Apakah yang dimaksud dengan dimensi?


Dalam istilah fisika, dimensi merujuk pada struktur konstituen dari semua ruang (volum) dan posisinya dalam waktu (dipersepsikan sebagai dimensi skalar di sepanjang sumbu t), serta cakupan spasial objek-objek di dalamnya – struktur yang memiliki korleasi dengan konsep partikel dan medan yang berinteraksi sesuai relativitas massa dan pada dasarnya bersifat matematis. Sumbu ini atau sumbu lainnya dapat diarahkan untuk mengidentifikasi suatu titik atau struktur dalam tanggapan dan hubungannya terhadap objek lain. Teori fisika yang mencakup unsur waktu (misalnya relativitas umum) dianggap terjadi dalam "ruang waktu" empat dimensi yang didefinisikan sebagai ruang Minkowski). Teori modern cenderung lebih "berdimensi tinggi", termasuk teori medan kuantum dan string. Ruang tetap mekanika kuantum adalah ruang fungsi berdimensi tidak terbatas (Wikipedia).

Konsep dimensi tidak dibatasi hingga benda fisik saja. Ruang berdimensi tinggi sering muncul dalam matematika dan ilmu pengetahuan atas berbagai alasan, terutama dalam bentuk ruang konfigurasi sebagaimana mekanika Lagrange atau Hamilton; keduanya adalah ruang abstrak dan terbebas dari ruang fisik yang di tempati manusia (Wikipedia).

Situs Atlantis Indonesia menyebutkan bahwa, Dimensi dalam spiritual adalah tingkat kesadaran makhluk hidup di alam semesta. Setiap objek yang secara alami terbuat dari elemen energi alam semesta disebut makhluk hidup, termasuk objek – objek natural seperti batu, pohon, binatang, manusia, gunung, dan laut. Semua makhluk hidup ini memiliki kemampuan untuk merasakan kesadaran, merasa, dan menerima pengalaman yang subyektif (dengan perasaan).

Disebutkan pula bahwa manusia dalam keadaan sadar memiliki tingkat kesadaran dimensi ketiga, tetapi dalam keadaan tidak sadar, tidur, manusia dapat mencapai tingkat kesadaran pada range terendah sampai tertinggi dimensi keempat, bahkan dalam beberapa kasus dapat mencapai tingkat kesadaran dimensi kelima.

Terdapat kesamaan dalam kedua konsep dimensi tersebut, dimana dimensi merupakan suatu tempat atau ruang yang memiliki tingkat kesadaran spesifik. Diperlukan beberapa variabel khusus untuk setiap dimensi tersebut. Tubuh manusia pada dimensi ketiga memiliki kesadaran berupa titik-garis, panjang, lebar, volume. Namun roh manusia bisa jadi merupakan  dimensi ke empat karena memerlukan variabel lain yaitu waktu. Jika memang setiap tingkat dimensi memiliki aturan kehidupan tersendiri, maka dapat dibayangkan betapa sulitnya manusia untuk memahami seluruh hal itu. 


Penghuni Tingkat Kesadaran Dimensi Satu 


Mineral
Picture from google.com



Istilah mineral sulit untuk didefinisikan. Beberapa mengatakan, bahwa mineral ialah satu frasa yang terdapat dalam alam.  Dalam sains mineral dikenal sebagai suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, terkadang dapat juga menjelma dalam bentuk geometris tertentu apabila ia membentuk struktural yang homogen.


Dalam tubuh manusia, mineral merupakan salah satu komponen elemen struktural, misalnya untuk penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Mineral seperti Ca, P, Mg, F dan Si juga berguna untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi. Phospate berguna untuk penyusunan protein jaringan. Dalam tubuh, mineral dapat pula ditemukan sebagai unsur penyusun cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmosis (Fluid balance), keseimbangan asam basa dan permeabilitas membran. Contohnya Na, K, Cl, Ca dan Mg. Fungsi mineral dapat juga sebagai aktifator beberapa enzim dan hormon. Dalam tubuh, terdapat makromineral dan mikromineral. 

Mineral dikatakan sebagai penghuni dimensi satu kesadaran manusia karena mineral secara perspektif hanya berupa suatu titik. Jika memang terdapat kesadaran pada tingkat dimensi ini, maka anda bisa bayangkan bagaimana kehidupan yang mereka rasakan. terlahir bersama proses alam yang panjang dan berakhir dalam segala kemungkinan. Kembali bersatu dengan alam dalam struktural homogen hingga memiliki bentuk makro berupa kristal, atau bersatu dengan komponen tubuh makhluk hidup untuk menunjang kehidupan makhluk lain seperti manusia.

Air
Picture from google.com


Air merupakan komponen terpenting dalam kehidupan. Sebagian besar makhluk hidup tersusun atas air dan hidup dalam lingkungan yang memerlukan air. Air adalah medium biologis di bumi dan mungkin planet lain. Bisa anda bayangkan jika terdapat suatu kesadaran dalam tingkat dimensi ini. anda dapat menyaksikan bagaimana uniknya ikatan hidrogen dalam air. Mereka sangat mudah terbentuk, terputus dan terbentuk kembali hanya dalam waktu yang sangat singkat dalam frekuensi tinggi. 


Jika memang anda dapat merasakan kesadaran pada tingkat dimensi ini, bukan tidak mungkin anda akan mengetahui seluruh kehidupan dalam sel makhluk hidup. Karena sebagian besar sel makhluk hidup berisi air. Anda dapat menyaksikan bagaimana suatu molekul seperti ion K+ dan Na+ keluar masuk sel. proses difusi yang melewati membran sel, pembentukan protein dalam sel, rumitnya sintesis dan metabolisme tingkat seluler hingga proses terjadinya pembelahan dan penghubungan antar sel sehingga membentuk suatu jaringan. Karena segalanya terjadi dalam media berupa plasma sel yang berbahan dasar air. Jadi mungkinkah para ilmuan yang mendapat ide tentang ilmu tingkat seluler sebenarnya telah memiliki kesadaran dalam tingkat dimensi satu? Siapa yang tahu..

DNA
Picture from google.com


DNA merupakan biomolekul yang berisi segala instruksi dan informasi genetik organisme ataupun virus. DNA dianggap sebagai cetak biru suatu organisme dan berisi kode-kode genetik. Kode genetik ini berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi organisme atau virus yang dikodenya. Kebanyakan molekul DNA terdiri dari dua unting biopolimer yang berpilin satu sama lainnya membentuk heliks ganda. 


Seandainya anda memiliki kemampuan untuk berada dalam dimensi kesadaran ini, maka anda akan mengetahui segala yang terjadi pada organisme pemilik DNA itu. Sebab segala yang terjadi pada organisme hidup berawal dari sel yang masing-masing memiliki DNA. dimulai dari kelahiran, kelangsungan hidup hingga kematian sel dan organisme multiseluler tertulis dalam kode-kode DNA. Sehingga anda akan tahu apa yang akan terjadi pada suatu organisme dalam waktu dekat. Dan jika anda memiliki kemampuan untuk mengubah kode-kode DNA ini, maka anda dapat mengubah kondisi biologis dari setiap organisme pemilik DNA dan mengendalikanya.

Lalu mungkinkah manusia seperti kita ada yang memiliki kesadaran pada tingkat dimensi satu ini? Siapa yang tahu..

Referensi: Atlantis Indonesia, Darkside of Dimension, Biologi Campbell, Wikipedia